Minggu, 02 Juni 2019

📜 *KISAH NYATA SEORANG DOKTER SETELAH IKTIKAF DI MESJID 3 HARI*

KISAH NYATA yg inspiratif di Bandung .

Sejak pulang dari itikaf di masjid selama tiga  hari bersama jamaah dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah.

Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Rupanya, pengalaman itikaf dan belajar di masjid betul-betul berkesan baginya. Ada semangat baru.

Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan amir jamaah.

“Obat tidak dapat menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah.

Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah.

Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat.

Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat.

Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah.”

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah.

Sejak itu, sebelum memeriksa pasiennya, ia selalu bertanya.

“Bapak sebelum ke sini sudah izin dulu kepada Allah?” atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah?"

Jika dijawab belum (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan shalat dua rakaat di tempat yang telah disediakan

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”.

Ajaib! banyak pasien yang sembuh.

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb. untuk shalat dua rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat.

Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh?
Dr. Agus katakan, bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah.

Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, namun batinnya pun terobati.

Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do'a dan tawakal pada Allah.

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus dioperasi.

Selain “Yakin”, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah. Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur. Sebelum tidur berwudhu, kalau bisa shalat dua rakaat, berdoa, berdzikir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut mengamalkan sunnah makan dan sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara duduk sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih.

Seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan berisiko mengurangi pendapatan beliau.
Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa “Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah. Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien”.

Enam bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan.

Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin:  sekali berangkat umrah. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.

“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia?”

Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.
“Sebelum menjawab, saya izin shalat dulu pak,” ucapnya lirih. Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu'.

Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam doanya.
------
Demikian mudah-mudahan kisah yang di bagikan membawa banyak manfaat,..... kisah nyata...........

Dr. Agus Thosin, SpJP (Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah) praktek di RSAI Bandung
                   ┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈

📡 Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini ke 3 group, semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

Minggu, 07 April 2019

Hidup itu bagaikan Roda

*Embun pagi...🌹*

Sahabat...😘

"HIDUP ITU BAGAIKAN RODA" :

Sekuat apapun kita,
Sekaya apapun kita,
Sebijak apapun kita,
Ada saatnya lemah jua.
Sehingga perlu orang lain untuk menguatkan,
.
Hidup bagaikan roda,adakalanya di atas adakalanya di bawah.
Oleh karena itu tak perlu bangga dengan apa yang kita miliki. Karena semua hanyalah titipan.

Tak perlu menyombongkan diri, karena kita hanyalah seorang hamba.
Sesungguhnya bersikap sederhana itu lebih menyenangkan. Dan bersikap rendah hati itu lebih mulia.

Sependapat njih?❤💝💖

Selamat pagi, selamat beraktivitas,di Juma't barokah tetap lah rendah hati dan jangan lupa bahagia, aamiin..🙏😍

Beli Kebahagiaan

*Embun pagi...🌹*

Sahabat....😘

*BELI KEBAHAGIAAN*

"Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang2 kaya akan membeli kebahagiaan itu, dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka."

Syukurlah _*kebahagiaan itu berada didalam hati dan pikiran setiap manusia*._
Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.

"Yang kita perlukan adalah hati yang *_BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang jernih,_* maka kita bisa menciptakan rasa bahagia itu kapanpun, dimanapun dan dengan kondisi apapun."

Kebahagiaan itu hanya dimiliki oleh *_"Orang2 yg BERSYUKUR"._* 

*"JIKA KITA TIDAK MEMILIKI APA YANG KITA SUKAI, MAKA SUKAILAH APA YG KITA MILIKI SAAT INI"*

Bersyukur adalah suatu kemampuan yg bisa dipelajari oleh siapapun.
Bersyukur bukanlah hasil dari suatu keadaan tertentu, melainkan _*hasil dari sebuah life style (gaya hidup) yg dilakukan secara berulang-ulang hingga berubah menjadi suatu kebiasaan*._

*"JANGANLAH MENGELUH KARENA TANGAN YG BELUM DAPAT MENGGAPAI  BINTANG, TAPI BERSYUKURLAH KARENA KAKI YG MASIH DAPAT MENGINJAK BUMI"*                                                                                   
Selamat pagi, selamat hari Minggu n jangan lupa bahagia, aamiin..🙏😍

Kamis, 07 Maret 2019

Mak Ngah Nan Tarangah


Sampai juga Mak Angah di kampung keduanya.  Kampung tempat dia mengabdikan diri kepada negaranya. Sebelum kerumahnya, singgah dahula Mak Ngah di pada kuliner. Dari turun mobil tidak jauh dia berjalan. Sampailah mak Ngah  di bopet Mak Apuah, bopet terkenal di kota itu, dipesanlah sepiring Martabak Mesir oleh Mak Ngah, makanan favorit nya dari bujang- bujang,walau sudah beranak tiga masih juga tak lupa ia lepas seleranya.
Diambil smartphone dan dikabari urang  rumah nan di tinggal  di Padang " Uda lah di Padang Panjang, ba kaba anak anak, lah salat Jo makan kasadonyo ?" demikian isi  WA Mak Ngah mengabari istri nya di Padang menanyakan kabar anak anak nya apa sudah salat dan makan mereka semua.
Lama menunggu Mak Ngah belum juga mendapatkan balasan dari urang rumahnya, mungkin sibuk atau juga sedang makan mereka semua. Akhirnya disantap juga martabak Mesir yang sudah hampir dingin.
Dingin suasana Padang Panjang, sejuk dibandingkan kota padang, namun lebih dingin hati Mak Ngah ketika itu, terbayang wajah anak gadih dan anak-anak bujangnya, tengiang di telinga tawa dan tangis mereka. Apalah daya Mak Ngah harus bersepi diri  untuk beberapa hari ini. Tanpa anak bini yang selalu menemani.
Bukan kenapa Mak  Ngah harus sendiri, sudah hampir satu bulan anak bujang kecilnya yang berumur dua bulan sakit, walau kata dokter cuma batuk biasa, tapi tak kunjung sembuhnya. Sudah dicoba oleh Mak Ngah berobat ke spesialis anak kenamaan di kota itu dan malah sudah di rawat seminggu di di rumah sakit, tapi sakit tak kunjung pergi secepat datang nya. Tiga hari setelah sakit disuruh juga oleh buk dokter untuk kontrol kesehatan anak bujangnya itu.dihari yang sudah ditetapkan, pergi jugalah Mak Ngah membawa anaknya untuk kontrol, tapi bagaimana lagi obat belum bertemu penyakit.
" Da ba kalau Kito bao anak ko ka Padang ?" sahut Rang Rumah Mak Ngah sambel menyusui bujang nya. Menyampaikan bagaimana kalau pengobatan anak nya di coba di Padang dengan dokter dokter yang lebih berpengalaman. "Kalau baitu rancak Kito cubo, mudah-mudahan basobok ubek jo panyakik"  jawab Mak Ngah sambil mengajar anak bujang nya yang sulung mengaji Al Qur'an.
Berangkat lah Mak Ngah dengan semua keluarga nya ke Kota kelahiran Rang Rumah nya itu, di cobalah pergi ke rumah sakit terkenal dan dokter yang berpengalaman. Mak Ngah memang banyak relasi waktu bujang, ia adalah seorang pegawai notaris  dan bergaul dengan cliennya yang banyak orang orang penting. Kadang selera Mak Ngah pun seperti orang orang itu. seperti pengobatan anak nya.
Setelah berobat, cemas yang dirasa rang rumah Mak Ngah sedikit hilang, lantaran dokter tidak mengharuskan anak bujang nya di rawat inap. Di bawalah obat dari dokter kerumah dan sampai di rumah langsung diminumkan ke anak bujang kecilnya itu.
Rencana awal Mak Angah akan berulang Padang-Padang, tapi agak cemas Rang rumah nya karena batuk nak bujang belum nampak reda, dengan sedikit memohon Rang rumah Mak Ngah meminta agar ia bersama anak anak tinggal dahulu beberapa hari di Padang.
Dengan sedikit berat hati Mak Ngah mengizinkan kan anak bininya di Padang untuk beberapa hari.
Itulah pasak nya Mak Ngah harus sendiri di Padang panjang...(bersambung  )

Sabtu, 26 Januari 2019

Iman Kepada Nabi Dan Rasul part 2

Standar Kompetensi
11. Meningkatkan keimanan kepada Rasul Allah
Kompetensi Dasar 
                                                                                                         
11.2. Menyebutkan nama-nama dan sifat Rasul Allah
11.3. Meneledani Sifat-sifat Rasulallah

A. Pengertian Iman kepada Rasul-rasul Allah 
Kata Rasul berasal dari رَسُوْلٌ yang artinya utusan. Rasul Allah adalah berarti utusan Allah swt. Iman kepada Rasul Allah artinya mempercayai bahwa rasul Allah itu adalah orang yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan ajaran dari Allah yang berupa wahyu kepada umatnya untuk dijadikan pedoman hidup utnuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

 Bagi setiap muslim wajib mengimani rasul-rasul Allah. Apabila seseorang tidak mengimani adanya Rasul Allah maka iman seseorang itu tidak sempurna. Para rasul itu manusia pilihan Allah, berkualitas tinggi serta berakhlak mulia. Dia diberi wahyu oleh Allah untuk disampaikan kepada umat manusia. Sebagai penuntun jalan yang benar untuk mencapai jalan kebenaran untuk hidup di dunia maupun di akhirat. Sebagai wujud keimanan kepada para rasul adalah mengimani, mengikuti, mematuhim, dan melaksanakan perintahnya serta menjauhi larangannya.
B.    Dalil Tentang Beriman Kepada Rasul
Banyak sekali dalil-dalil yang berkenaan dengan iman kepada Rasul, namun diantaranya yaitu :
  • Dalam surah Al-Ahzab : 45
يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّآ أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرً                                                         ا
Artinya: “ Wahai Nabi! Sesungguhnya kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi pringatan.” ( QS. Al-Ahzab : 4
·      Dalam surah Al-Ahzab : 21
      لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ اْلأَخِر وَذَكَرَاللهَ كَثِيرًا    
          Artinya :” Sungguh dalam diri Rasulullah kamu mendapatkan teladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharapkan Allah dan hari kemudian dan yang banyak mengingat Allah”. ( QS. Al-Ahzab : 21 )
C. Tugas-Tugas Rasul
Para rasul pada intinya adalah bertugas untuk menyampaikan amanah dari Allah untuk menegakkan kebenaran dan menjauhkan manusia dari kebodohan dan kesesatan. Secara rinci tentang fungsi para rasul ini dijelaskan dalam Al Quran berikut ini.
1. Menyerukan kepada tiap umat agar menyembah hanya kepada Allah. (Q. S. Al Nahl: 36)
2. Memberi peringatan yang jelas (Q. S. Al Ahqaf: 9)
3. Menyuruh menyembah kepada Allah agar menjadi takwa (Q. S. Al Mukminun: 32)
4. Membawa berita gemira dan peringatan (Q. S. Al Fath: 8)
5. Menganjurkan kepada manusia agar beriman (Q. S. Ali Imran: 78 - 80)
6. Membacakan ayat-ayat Allah sebelum diturunkan azabnya (Q. S. Al Qashas: 59)
7. Menjelaskan agama dengan terang dan jelas (Q. S. Ibrahim: 4)
8. menceritakan ayat-ayat Allah (Q. S. Al A’raf: 35)
 
D.               Pengertian Nabi dan Rasul
         Sebagian ulama’ dan umat islam ada yang berpendapat bahwa setiap rasul sudah pasti untuk menyampaikan wahyu (ajaran Allah) kepada umat manusia. Adapun nabi yang tidak diberi tugas untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia, ia bukan rasul tetapi hanya nabi. Ulama’ dan umat islam yang berpendapat seperti itu, beralasan kepada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Zar, bahwa jumlah nabi ada 124.000 orang, sedangkan rasul berjumlah 315 orang.
Nabi dalam bahasa arab berasal dari kata naba.Dinamakan Nabi karena mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita lewat wahyu. Sedangkan Rasul secara bahasa berasal dari kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan. Definisi secara syar’i  yang masyhur, Nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dalam syariat dan diperintahkan untuk menyampaikannya.
Rasul adalah manusia utama pilihan Allah SWT. Allahlah yang dengan ‘hak mutlak-Nya’ memilih seseorang menjadi rasul-Nya. Cirri-ciri seseorang rasul, antara lain seorang laki-laki yang sehat jasmani dan rohaninya, mempunyai akal yang sempurna, berjiwa ‘ismah (jiwa yang mampu mengendalikan diri dari berbuat dosa), dan berasal dari keturunan orang baik-baik.
Jadi perbedaan antara Nabi dan Rasul :
  •  Nabi adalah Orang yang dipilih oleh Allah SWT untuk menerima wahyu, tetapi tidak wajib mengerjakan dan menyampaikan kepada umatnya.
  •  Rasul adalah Orang yang menyampaikan terpilih dan diangkat oleh Allah SWT untuk menerima wahyu dan berkewajiban dan mengajarkan kepada umatnya. Dan khusus Rasul Muhammad SAW diwajibkan menyampaikan kepada seluruh umat manusia dan syari’atnya berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat.
E.     Nama-nama Rasul yang harus diketahui.
Para Nabi dan Rasul itu sangat banyak jumlahnya, tidak ada seseorangpun yang mengetahui jumlahnya melainkan Allah SWT. Sebagian nama dan kisah mereka di cantumkan di dalam Al-Qur’an tetapi sebagian yang lain tidak terterah didalamnya. Allah SWT berfirman :
Artinya : “ Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu diantara mereka ada pula yang tidak kami ceritakan kepadamu”. ( Q.S Al-Mu’min : 78 ).
Dari jumlah Nabi dan Rasul itu, di dalam Al-Qur’an diterangkan nama-nama mereka sebanyak 25 orang Rasul yang di ketahui oleh kaum muslimin,  yaitu :


1.        Adam AS                    11.  Yusuf AS                         21.  Yunus AS
2.       Idris AS                      12.  Ayyub AS                         22.  Zakaria AS
3.       Nuh AS                       13.  Syu’aib AS                       23.  Yahya AS
4.       Hud AS                       14.  Zulkifli AS                        24.  Isa AS
5.       Saleh AS                     15.  Musa AS                          25.  Muhammad SAW
6.       Ibrahim AS                 16.  Harun AS
7.       Luth AS                      17.  Daud AS
8.       Ismail AS                    18.  Sulaiman A
9.       Ishaq AS                     19.  Ilyas AS
10.   Yakub AS                   20.  Ilyasa AS     َ
F.     Sifat-sifat Rasul
§ Sidiq yang artinya benar atau jujur. Mustahil para nabi dan rasul itu memiliki sifat kizib (dusta). Karena, kalaulah para rasul/nabi itu bersifat kizib tentu ajarannya yang disampaikannya penuh dengan kedustaan yang dapat menyesatkan dan menyengsarakan umat manusia. (Q.S. Maryam, 19:41).§ Amanah yang artinya jujur atau dapat dipercaya. Mustahil para nabi dan rasul itu bersifat khianat (penipu), karena kalau para nabi dan rasul itu penipu sudah tentu umat yang dibimbingnya akan menjadi penipu pula. (Q.S. Ali Imran, 3: 79).§ Tablig artinya menyampaikan, maksudnya para nabi dan rasul itu wajib menyampaikan risalah atau ajaran-ajarannya Allah yang diterimannya kepada umat manusia agar dijadikan pedoman hidup oleh mereka. Mustahil para nabi dan rasul itu bersifat kitman atau menyembunyikan dan tidak menyampaikan risalah yang diterimanya kepada umat manusia. Jika para nabi dan rasul itu bersifat “kitman”, tentu umat manusia tidak mempunyai pedoman hidup yang bersumber dari Allah, sehingga mereka akan mengalami kehancuran dan kebinasaan. (Q.S. Al-Maidah, 5:67).§ Fatanah artinya cerdik cendekia. Menurut akal sehat para pimpinan umat seperti para nabi dan rasul wajib bersifat fatanah atau cerdik cendekia. Karena dengan sifatnya yang fatanah para nabi dan rasul dapat berhujah, berdialog, terutama dengan para penentangnya. Oleh karena itu, mustahil para nabi dan rasul itu bersifat “baladah” (bodoh). (Q.S. Al-Baqarah,2 :258).
G.   Rasul Ulul Azmi beserta Mu’jizat-mu’jizatnya
Ulul azmi artinya orang yang memiliki keteguhan hati, tidak pernah berputus asa dalam mencapai segala yang di cita-citakan, ia memiliki kesungguhan dan keuletan dalam berusaha sehingga apa yang di cita-citakannya dapat tercapai. Dalam  Firman Allah :
 فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُوْلُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلاَتَسْتَعْجِل لَّهُمْ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَايُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلاَّسَاعَةً مِّن نَّهَارٍ بَلاَغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلاَّ الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ                            
Artinya : “Maka bersabarlah kami seperti orang-orang yang mempunyai keteguhanhati dari Rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegarakan (Azab) bagi mereka . Pada hari mereka melihat azab yang diancam kepada mereka, seolah-olah tidak tinggal (didunia)melainkan sesaat pada siang hari (inilah) suatu pelajaran yang cukup maka tisk dibinasakan melainkan kaum yang fasik”. ( Q.S Al- Ahqaf, 46 : 35 )
Adapun Rasul ulul azmi ada lima yaitu : Nabi Musa,  Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, Nabi Muhammad SAW. Para Rasul ulul azmi ini di bekali Allah dengan mu’jizat yaitu :
  • Mu’jizat Nabi Musa AS antara lain membelah lautan dengan tongkat, lalu terbentanglah jalan raya di tengahnya, kejadian sebelumnya tongkat berubah menjadi ular besar yang melahap ular-ular kecil milik tukang sihir suruhan fir’aun.
  • Mu’jizat Nabi Nuh AS yaitu memancarnya air yang begitu deras dan dahsyat, sehingga menyebabkan banjir besar yang merendam seluruh negeri serta merupakan banjir terbesar di dunia.
  • Mu’jizat Nabi Ibrahim AS yaitu tidak hangus terbakar dalam api yang besar.
  • Mu’jizat Nabi Isa AS yaitu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit berat yang tidak mampu disembuhkan oleh para dokter ahli saat itu sesuai dengan kecendrungan pengobatan masa itu.
·         Mu’jizat Nabi Muhammad SAW yaitu disamping mu’jizat yang hissiyyah ( indrawi ) seperti keluar air dari sela-sela jarinya guna keperluan para sahabat untuk berwudhu, Beliau juga dilengkapi mu’jizat yang abadi sepanjang zaman yaitu kitab suci Al-Qur’an.

H. Hikmah Beriman Kepada Rasul-rasul Allah SWT
Beriman kepada Rasul-rasul Allah akan memberikan hikmah yang besar bagi kita antara lain :
  1. Mengetahui betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hambanya sehingga diutus beberapa Nabi untuk membimbing dan memberi petunjuk untuk kebahagian manusia baik didunia maupun diakhirat.
  2. Kita selalu bersyukur kepada Allah SWT, karena mengutus Nabi sebagai pembimbing keselamatan kita, itu adalah merupakan nikmat yang amat besar.
      3.   Melahirkan rasa cinta dan ta’zhim kepada Rasul, karena mereka berhasil mengemban amanah dari Allah SWT, walaupun dihalau oleh beberapa tantangan dan rintangan, namun risalah tersebut tetap tersebar sampai saat ini.
Selain itu hikmah beriman kepada Rasul juga dapat mengetahui jejak Rasul-rasul Allah, sehingga makin mantaplah keyakinan akan kesempurnaan islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW dan makin teguh berpegang pada ajaran Tuhan yang maha sempurna.

Jumat, 25 Januari 2019

Pertahankan Prestasi Tahfidz SMP Negeri Padang Panjang

Sebagaimana pemberitaan TV MU atau TV Muhammadiyah yang sudah berskala nasional dalam ekspos beritanya disampaikan,  dalam rangka memperingati milad MA KM Kauman Padang Panjang yang ke 89 diadakan lomba tahfidz pionering dan volly ball dalam pemberitaan itu juga disampaikan bahwa panitia menyatakan ini adalah lomba pertama tahfidz berantai yang diadakan di Sumatera Barat.

Dari 15 SMP/ MTS se Sumbar yang ikut andil dalam perlombaan tersebut satu hal yang sangat menarik bahwa yang menjadi juara di perlombaan tersebut semuanya diborong habis oleh SMP negeri Padang Panjang, yang jadi juara 1 SMP negeri 1 Padang Panjang dan juara 2 SMPN 5 Padang Panjang dan juara 3 SMP negeri 6 Padang Panjang

Satu hal yang menarik untuk dicermati  adalah tahfidz berantai yang diadakan pertama kali di Sumbar dan juara yang diraih oleh SMP negeri Kota Padang Panjang.

Tahfidz berantai atau tahfidz group merupakan suatu hal yang menarik karena yang dinilai bukan individu siswa tetapi seluruh siswa secara kolektif dan ini menunjukkan yang dinilai itu tidak hanya individu tetapi institusi penyelenggara tahfidz

Sekedar menginformasikan sebenarnya kegiatan lomba tahfidz grup di kota Padang Panjang sudah pernah dilakukan 1 bulan sebelumnya ketika wisuda tahfidz SMP negeri se kota Padang Panjang di mana untuk mencari juara-juara seluruh peserta atau wisuda tahfidz maka diadakan lomba tahfidz per group, dimana dari 6 SMP negeri yang ada di kota Padang Panjang yang keluar sebagai juara 1 putra adalah SMP 5 Padang Panjang juara 2 SMP 1 Padang Panjang dan juara 3 SMP 6 Padang Panjang, sedangkan untuk Putri yang meraih juara 1 adalah SMP 6 Padang Panjang dan juara 2 SMP 1 Padang Panjang sedangkan juara 3 diraih oleh SMP negeri 5 Padang Panjang

Kegiatan wisuda tahfidz ini merupakan kegiatan penutup dari kegiatan pembinaan tahfidz yang diadakan oleh pemerintah kota Padang Panjang melalui Kabag kesra. dari 1 tahun pembinaan tahfiz tersebut, lebih dari 300 siswa yang mendapatkan sertifikat wisuda atau tahfidz mulai dari 5,
3, 2 dan 1 juz.

Namun dalam sambutannya Kabag kesra menyampaikan bahwa program kegiatan tahfidz akan diambil alih oleh dinas pendidikan kota Padang Panjang sedangkan Kabag kesra fokus terhadap pembinaan tahfidz di kelurahan dengan program kampung tahfidz.

Sebenarnya bukan apa-apa,kegiatan tahfidz yang dilaksanakan di SMP negeri kota Padang Panjang jauh sebelum program tahfidz kota dilaksanakan,  masing-masing sekolah negeri yang ada di Padang Panjang telah melaksanakan program tahfidz kepada siswa-siswa mereka.

sebagai contoh SMP 5 Padang Panjang telah melakukan wisuda 5 angkatan wisudawan,  yang mana wisuda tersebut diadakan sekali 2 tahun,secara konsisten dari tahun 2009 kegiatan pembinaan tahfiz telah dilaksanakan dan wisuda pertama pada tahun 2011

Mulai dari kepala sekolah yang pertama Bapak Agus Setiawan, Bapak Syarifudin, Bapak Muji Sirwanto sampai ibu Ermita.  Dan terakhir pada wisuda angkatan ke- 5 l, SMP 5 Padang Panjang me wisuda kan 106 wisudawan tahfidz baik Juz 1,2 maupun 3 juz.

Begitu menggeliat nya program wisuda tahfidz tersebut, seluruh SMP negeri se kota Padang Panjang telah melaksanakan wisuda tahfidz di masing-masing sekolah.

Kegiatan tahfidz di SMP Negeri sebenarnya tidak dilaksanakan pada jam ekskul saja tapi setiap kesempatan yang ada ditambah juga pada jam pelajaran pendidikan al-qur'an yang fokus pada tahsin atau perbaikan bacaan Alquran dan setelah itu menghafalkan Alquran kemudian pemahaman dan pengamalan Alquran.

Jadi menurut kami prestasi yang diraih oleh SMP negeri kota Padang Panjang dalam bidang tahfidz bukan sesuatu yang kebetulan tetapi sebuah proses panjang dan kegigihan dari para pembina dan keikhlasan baik dari guru yang telah mendidik anak-anak kita di sekolah negeri.

Bukan membandingkan sekolah-sekolah yang ada di kota Padang Panjang. Namun begitulah adanya betapa besar nama MTS maupun pesantren-pesantren besar yang ada di Padang Panjang , mereka bisa sejajar dan malah prestasi mereka bisa melebihi dari siswa MTS maupun pesantren di kota  pendidikan ini.

Ini  merupakan prestasi yang luar biasa yang harus dipertahankan baik dan guru sekolah dan  stakeholder yang ada, seperti dinas pendidikan dan pemerintah kota Padang Panjang, mudah-mudahan bisa memberikan bantuan seperti program yang terencana dan bantuan moril dan pembiayaan bimbingan, sehingga pembinaan tahfidz semakin efektif, dan meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas.

Karena itu harapan penulis semoga program tahfidz yang telah diprogramkan oleh pemerintah kota baik melalui bagian kesra ataupun dinas pendidikan dapat terealisasi di sekolah-sekolah SMP negeri sehingga dapat mewujudkan secara utuh Padang Panjang sebagai kota tahfidz kota serambi Mekah dan kota lahirnya para ulama besar.



Selasa, 22 Januari 2019

Iman kepada nabi dan rasul

ATERI PAI SMP KELAS VIII SEMESTER II

Menjelaskan pengertian iman kepada Rasul Allah SWT

A. Pengertian Iman Kepada Rasul-rasul Allah

        Iman kepada Rasul Allah termasuk rukun iman yang keempat dari enam rukun yang wajib diimani oleh setiap umat Islam. Yang dimaksud iman kepada para rasul ialah meyakini dengan sepenuh hati bahwa para rasul adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah swt. untuk menerima wahyu dariNya untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar dijadikan pedoman hidup demi memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Menurut Imam Baidhawi, Rasul adalah orang yang diutus Allah swt. dengan syari’at yang baru untuk menyeru manusia kepadaNya. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah swt. untuk menetapkan (menjalankan) syari’at rasul-rasul sebelumnya. Sebagai contoh bahwa nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul. Tetapi nabi Harun hanyalah nabi, sebab ia tidak diberikan syari’at yang baru. Ia hanya melanjutkan atau membantu menyebarkan syari’at yang dibawa nabi Musa AS.

B. Membaca dalil naqli tentang rasul-rasul Allah SWT


C. Menjelasakan tugas para rasul dan fungsi bagi kehidupan kita

Tugas pokok para rasul Allah ialah menyampaikan wahyu yang mereka terima dari Allah swt. kepada umatnya. Tugas ini sungguh sangat berat, tidak jarang mereka mendapatkan tantangan, penghinaan, bahkan siksaan dari umat manusia. Karena begitu berat tugas mereka, maka Allah swt. memberikan keistimewaan yang luar biasa yaitu berupa mukjizat.

Mukjizat ialah suatu keadaan atau kejadian luar biasa yang dimiliki para nabi atau rasul atas izin Allah swt. untuk membuktikan kebenaran kenabian dan kerasulannya, dan sebagai senjata untuk menghadapi musuh-musuh yang menentang atau tidak mau menerima ajaran yang dibawakannya.

`Adapun tugas rasul adalah sebagai berikut:

1. Membawa kebenaran

Para Rasul bertugas membawa kebenaran, berupa agama Allah, untuk disampaikan kepada umatnya. Adapun umatnya diharapkan dapat mengikuti ajaran agama yang dibawa para rasul agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

2. Pembawa kabar gembira

Para rasul bertugas memberikan kabar gembira bagi siapa saja di antara umatnya yang patuh dan taat kepada perintah Allah swt. dan rasulNya (beriman dan beramal saleh) bahwa mereka akan mendapatkan balasan surga, sebagai puncak kenikmatan yang luar biasa.

3. Pemberi peringatan

Di samping membawa kabar gembira, para rasul juga bertugas untuk membri peringatan kepada umatnya yang membangkang,tidak mau beriman, menulak dakwahnya, ingkar, dan menentang Allah. Mereka diberi peringatan akan adanya siksa yang sangat pedih. Dengan peringatan itu, diharapkan mereka takut dan mau kembali kepada ajaran Allah. Dengan memerhatikan tugas rasul itu, maka tugas kita adalah menaati setiap ajaran, perintah, dan larangnnya.

Beriman kepada rasul mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kita. Antara lain:

1. Mendapat rahmat

Dengan beriman kepada rasul, kita akan mendapat rahmat Allah SWT. Karena tujuan Allah mengutus para rasul-Nya adalah untuk menyebarkan rahmat atau kasih sayang kepada manusia dan semesta alam.

Firman Allah:

وما ارسلناك الا رحمة للعالمين.

Artinya: Dan tidak kami mengutus kamu (muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. (Q.S. Al-Anbiya’, 21:107)

2. Mendapat figur yang dapat dijadikan suri tauladan

Tanpa adanya rasul, kita akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan figur yang bisa dijadikan suri tauladan. Padahal suri tauladan itu sangat penting bagi kehidupan ini. Karena mereka telah memberi pelajaran berharga kepada kita tentang cara beibadah, bermasyarakat, dan sebagainya.

لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجوا الله واليوم الاخر وذكر الله كثيرا

Artinya:

3. Sebagai perantara mengenal Allah dengan segala sifat kesempurnaan-Nya.

Secara fitrah, manusi membutuhkan adanya zat yang lebih tinggi darinya, yaitu Tuhan. Orang-orang di pedalaman sekalipun yang belum pernah menerima dakwah agama, mereka tetap mengakui adanya kekuaatan yang melampaui mereka, sesuai dengan akal meereka.

Mari Bertafakur

Mari Bertafakur Kalian tentunya sudah tahu bahwasannya agama merupakan pondasi hidup manusia sehari-hari. Dalam agama Islam, salat merupakan...